Home / in-Food / Guys, Jangan Terlalu Banyak Konsumsi Protein
3 reaksi tubuh jika terlalu banyak konsumsi protein

Guys, Jangan Terlalu Banyak Konsumsi Protein

Protein bagi tubuh digunakan sebagai bahan organik yang susunannya bersifat majemuk serta merupakan bahan utama untuk pembentukan inti sel. Sedangkan secara kesehatan, protein adalah salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan. Karena jika tubuh kekurangan protein akan berakibat sangat fatal, baik dari usia anak-anak hingga dewasa. Wajar saja bila protein menjadi salah satu nutrisi yang paling berperan dalam kesehatan.

Dengan mengkonsumsi cukup protein, anda akan mendapatkan beberapa manfaat yang paling vital dalam kesehatan. Sebagai pembentuk dan perbaikan sel jaringan, sumber energi, sebagai enzim serta antibodi, kemudian juga akan membentuk cadangan makanan dalam tubuh. Oleh karena itu, banyak yang menjadikan protein sebagai salah satu nutrisi yang menjadi incaran banyak orang yang ingin mendapatkan bobot tubuh ideal dengan cara diet. Bahkan, terdapat fakta yang menunjukkan bahwa program diet akan dilakukan dengan cara mengkonsumsi makanan yang tinggi akan kandungan protein.

Jika anda saat ini mungkin sedang melakukan hal yang sama, atau lebih tepatnya sedang diet, sebaiknya jangan lupa untuk menjaga asupan protein secara berlebihan. Karena secara kesehatan, jika terlalu banyak mengkonsumsi protein juga berdampak negatif bagi tubuh. Berikut beberapa akibat jika terlalu banyak konsumsi protein.

Mood menjadi tidak stabil

Sekalipun karbohidrat seringkali dianggap sebagai nutrisi yang utama yang memicu badan menjadi cepat gemuk, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa karbohidrat juga merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Agar otak dapat memproduksi serotonin (yaitu hormon yang menjadikan tubuh menjadi tenang dan rileks), otak membutuhkan asupan karbohidrat untuk menstimulasinya.

Anda dapat memperhatikan perubahan hal ini pada diri anda. Karena ketika anda kekurangan asupan karbohidrat, maka anda akan cenderung lebih mudah kesal dan marah. Maka dari itu, mengkonsumsi protein terlalu banyak dan mengesampingkan karbohidrat, justru akan menyebabkan otak tidak bekerja secara semestinya, kemudian berujung pada tidak stabilnya mood anda. Perlu disadari bahwa mood adalah salah satu penunjang agar dapat melakukan aktivitas serta kreativitas dengan maksimal.

Nafas tidak segar

Protein adalah asupan utama ketika anda sedang menjalankan program untuk menurunkan berat badan. Tapi, pada saat anda mengurangi untuk mengkonsumsi karbohidrat, maka tubuh akan mengalami ketosis. Dimana kondisi yang terjadi ketika tubuh membakar lemak untuk diubah menjadi energi. Dalam diet proses tersebut mungkin bisa dikatakan efektif, tetapi akibat dari proses tersebut akan menjadikan bau mulut.

Meningkatkan resiko kerusakan ginjal

Pada saat anda mengkonsumsi asupan yang memiliki kandungan protein tinggi dan mengesampingkan karbohidrat, sebenarnya anda telah meningkatkan resiko kerusakan pada ginjal. Karena ketika anda sedang konsumsi protein (khususnya protein hewani), zat pendamping nitrogen juga akan ikut masuk ke dalam tubuh. Dan dampaknya akan membuat kerja ginjal menjadi lebih ekstra agar dapat menyaringnya supaya tidak masuk ke dalam aliran darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *