Home / in-Love / Jangan Sampai Terjebak “Friendzone”
friendzone

Jangan Sampai Terjebak “Friendzone”

“Teman tapi mesra” atau yang kebih dikenal dengan sebutan friendzoneFriendzone sendiri bisa diartikan sebagai cinta platonis dimana salah satu pihak memilik perasaan dan harapan untuk menjalin hubungan asmara dengan temannya sendiri. Perasaan ini terkadang terasa menyakitkan karena kita dipaksa melewati fase dimana cinta bertepuk sebelah tangan. Ikuti tips berikut ini agar kamu tidak terjebak kedalam jurang friendzone.

  1. Jangan Terlalu Dekat

Alasan utama kamu terjebak dalam friendzone adalah karena kamu terlalu dekat dengannya bahkan melebihi sahabat dekatnya yang lain. Harus kamu ketahui bahwa ketika kalian saling dekat maka frekuensi komunikasi akan terjalin secara intensif, namun isi percakapan tidak berkaitan dengan hal-hal yang bersifat pribadi. Dia hanya akan menganggapmu sebagai teman ketika kalian sudah terlalu nyaman mengobrol. Maka hindarilah bersikap terlalu “dekat” dengan sahabatmu sendiri. Buatlah batasan agar kamu juga bisa memposisikan diri sebagai temannya.

  1. Jangan Merasa Lebih Membutuhkan

Bersikap santai, jangan mengajaknya bertemu setiap hari seakan kamu membutuhkannya, seolah tidak akan ada lagi pertemuan. Jalani lah seperti selayaknya teman atau sahabat dengan menghargai kesibukannya. Ingatlah, bukan hanya kamu teman yang ia miliki. Hargai juga kesibukan untuk berkumpul dengan teman-teman yang lainnya. Selain itu jagalah emosimu untuk terburu-buru mengungkapkan perasaanmu kepadanya, jangan memaksakan diri.

  1. Jangan Beri Saran

Mungkin orang yang kamu sukai sedang didekati oleh orang lain, atau bahkan sebaliknya. Jangan memberi saihat ataupun saran kepadanya tentang hubungan asmaranya dengan orang lain. Dikhawatirkan pada akhirnya ia hanya akan lebih memandang kamu sebagai teman-temannya yang selalu siap memberikan nasihat. Hal itu akan terasa semakin menyakitkanmu dan membuatmu masuk lebih dalam.

  1. Lebih Baik Pergi

Jika kamu sudah tidak bisa menjaga dan membatasi perasaanmu, seharusnya kamu mulai berfikir untuk menjauh darinya dan mencari kesempatan lain. Kurangi frekuensi berkomunikasi dengannya. Disamping itu, mulailah memperluas pergaulanmu dengan orang-orang baru. Tunjukkan sikap dari awal jika kamu menginginkan lebih dari sekedar teman dengan orang-orang baru tersebut. Jangan sampai kamu terjebak kedalam lubang yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *