Home / in-Travel / Asal Usul Batu Gantung di Kota Parapat, Sumatera Utara
sumber: https://timsuksestuhan.files.wordpress.com/2015/03/bg.jpg
sumber: https://timsuksestuhan.files.wordpress.com/2015/03/bg.jpg

Asal Usul Batu Gantung di Kota Parapat, Sumatera Utara

Kota parapat terletak di bagian Barat yang merupakan jalan penghubung antara Medan dan Padang yang cukup strategis. Letak Parapat di tepi Danau Toba menjadi destinasi utama yang akan berkunjung ke Sumatera Utara. Selain Danau Toba, Parapat juga menyimpan salah satu tempat eksotis yang menyimpan sebuah kisah legenda yang berhubungan dengan keberadaan Kota Parapat itu sendiri, yaitu Batu Gantung.

Letaknya di tepian Danau Toba akan membuat siapapun terpana ketika melihat pesona Batu Gantung. Dengan kondisi yang mirip manusia tergantung, ternyata nama Parapat berawal dari asal usul Batu Gantung itu sendiri. Banyak orang yang berspekulasi bahwa batu tersebut tidak akan dapat bertahan lama karena kondisi yang terlihat sebagai gantungannya terlihat genting, tapi hingga saat ini tidak pernah terbukti. Kekokohan Batu Gantung memberikan suatu bukti di balik keindahan Danau Toba yang mendunia.

Para wisatawan domestika ataupun mancanegara pasti akan menyempatkan diri untuk melihat secara langsung keunikan Batu Gantung. Terletak di pinggiran tebing Danau Toba yang indah, Batu Gantung menjadi saksi bisu dari sederetan kisah yang mengawali Kota Parapat yang dahulunya bernama Pekan.

Asal usul Batu Gantung

Berawal dari sebuah kisah keluarga kecil yang tinggal di tepi Danau Toba yang memiliki seorang anak yang cantik jelita bernama Seruni. Kondisinya yang sedang di terpa keraguan, Seruni merasa kebingungan harus memilih yang mana. Kedua orang tua Seruni akan menjodohkan dengan seorang pria yang masih memiliki hubungan keluarga, sedangkan Seruni telah berjanji pada seorang pria yang menjadi pujaan hatinya untuk dapat hidup bersama selamanya.

Pada saat kedua orang tuanya tidak di rumah, Seruni mengunjungi tepian Danau Toba bersama seekor anjing kecil peliharaannya. Karena teringat kembali dengan permasalahan yang menimpa kehidupannya, Seruni berniat mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari atas tebing curam tersebut ke Danau Toba. Tanpa di sadari, ternyata Serunia terperosok ke dalam lubang besar yang sangat dalam yang letaknya di pinggiran tebing. Dengan sekuat tenaga Seruni berteriak kencang dengan harapan ada seseorang yang mendengar dan memberikan pertolongan.

Secara perlahan, Seruni terperosok semakin dalam dan gelap. Seruni menganggap bahwa nyawanya sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Dengan kondisi tersebut serta masalah yang di alaminya, Seruni akhirnya memutuskan untuk pasrah dan mengakhiri hidupnya di lubang tersebut sambil berteriak, “Parapat.. Parapat… Parapat….!”. Secara spontan, seluruh dinding lubang tersebut merapat dengan sendirinya.

Beberapa saat kemudian, terjadi gempa dengan suara gemuruh besar dan kemudian muncul sebuah batu besar yang bentuknya sangat mirip seperti seorang gadis yang tergantung pada dinding tebing Danau Toba tersebut.

Sejak itulah warga setempat memberikan nama Batu Gantung, kemudian kata “Parapat” menjadi nama tempat Kota Parapat saat ini yang dahulunya bernama Pekan.

Meskipun cerita asal usul Batu Gantung dan Parapat di atas merupakan cerita rakyat, namun hingga kini masih di pegang teguh bahwa itulah yang menjadi sejarah mengenai Batu Gantung di Parapat yang terletak di pinggir tebing Danau Toba.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *