Home / in-Travel / Ini dia Penampakan Rumah si Pitung, Jawaranye Betawi
Ini dia Penampakan Rumah si Pitung Jawaranya Betawi

Ini dia Penampakan Rumah si Pitung, Jawaranye Betawi

Si Pitung, itulah identitas Betawi jika bicara mengenai jaman dulu. Di balik cerita sejarah mengenai Betawi, Pitung adalah salah satu pendekar yang sangat berpengaruh terhadap rakyat Betawi. Pendekar dengan julukan Robin Hood Betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat ini bukanlah hanya sekedar kisah legenda, namun keberadaannya saat zaman dulu memang ada. Hingga berita yang simpang siur mengenai kematian si Pitung masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab secara pasti.

Sejarah Singkat si Pitung

Pitung diperkirakan lahir pada tahun 1866 di Tanggerang. Kehidupan yang serba sulit sudah dirasakannya sejak usianya 8 tahun. Kedua orang tuanya bercerai dan kemudian Pitung ikut ibunya kembali ke kampung Rawa Belong. Sejak saat itu Pitung sangat dendam terhadap kekerasan. Dalam pengembaraannya hingga ke kampung Kemayoran dan berkenalan dengan Guru Na’ipin yang ahli tarikat dan silat. Sekitar 6 tahun si Pitung belajar dengan Guru Na’ipin hingga kemudian disinilah awal pemberontakan melawan Belanda di mulai.

Saksi Kekuatan si Jawara Betawi

Salah satu yang menjadi peninggalan jawara Betawi ini adalah rumah panggung yang terletak di Kampung Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara. Asal kata Marunda menurut masyarakat setempat adalah menunda. Dimana awalnya zaman dulunya di ambil dari sebuah masjid yang di tunda pembuatannya dikarenakan syiar Islam belum dapat diterima oleh penduduk sekitarnya. Namun ketika penduduk sudah di berikan hidayah untuk menerima Islam dan memerlukan tempat ibadah, lalu pembangunan masjid kembali dilanjutkan.

Rumah Pitung yang terlihat seperti rumah panggung masih terlihat seperti adanya. Dengan warna cat tua yang pekat masih tampak kokoh meskipun usianya yang diperkirakan sudah puluhan tahun. Rumah tersebut sebenarnya bukanlah rumah si Pitung. Konon kabarnya, rumah Pitung yang berada di Marunda ini adalah sebuah rumah yang memiliki hubungan erat pada saat keberadaan Pitung dulunya. Haji Syafiuddin yang pada saat itu adalah seorang juragan Betawi pernah mengizinkan si Pitung untuk tinggal di rumah tersebut.

Beberapa versi mengatakan bahwa Haji Syafiuddin adalah rumah yang pernah dijadikan sasaran Pitung untuk di rampok. Karena si Pitung sering kali merampok para saudagar atau orang kaya untuk membantu kaum miskin. Sedangkan versi lainnya ada yang mengatakan bahwa Pitung sebenarnya pernah membuat kesepakatan dengan Haji Syafiuddin untuk dapat saling membantu dalam himpitan Belanda untuk tetap dapat membantu kaum miskin.

Legenda si Pitung sampai kini masih melekat hingga kini, terutama oleh masyarakat Betawi. Kemudian, melalui Peraturan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 9 tahun 1999, Rumah Pitung di Marunda telah di tetapkan sebagai salah satu Benda Cagar Budaya.

Sampai saat ini Rumah si Pitung sering dikunjungi oleh pendatang ataupun wisatawan asing. Termasuk juga masjid Al Alam yang terletak di lokasi perkampungan nelayan Marunda yang katanya juga menjadi salah satu tempat persinggahan si Pitung dalam menuntut ilmu.

Ini dia Penampakan Rumah si Pitung Jawaranya Betawi II

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *